Jumat, 02 Agustus 2013

Budidaya Tanaman Polybag


Keuletan dan kerja sama kaum remaja di Dusun Tatag, Desa Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, patut kita tiru. Mereka yang tergabung dalam Kelompok Seka Truna Truni bahu-membahu membudidayakan ragam sayur, buah, dan palawija di pekarangan rumah warga desa yang tidak seberapa luas. Komang, yang merupakan ketua kelompok, menuturkan bahwa dulu mereka mengalami kendala dalam mendapatkan sayuran guna pangan keluarga. Pasokan yang terbatas dari pedagang sayur keliling hingga mahalnya biaya transportasi untuk menjangkau wilayah perkotaan.
Memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur mayur yang dibutuhkan keluarga di Desa Tegallinggah, Penebel, Tabanan (Komang) Kepala Desa mengungkapkan, kondisi tanah setempat cukup baik untuk menanam buah-buahan dan palawija, namun tidak dengan sayuran.

Tidak semua warga memiliki tanah yang luas untuk bisa dijadikan lahan pertanian. Sehingga, diperlukan gagasan untuk mewujudkan komitmen bersama dalam mengelola pekarangan yang terbatas serta meningkatkan perekonomian warga. Bermula dari alasan itu, tercetuslah sistem penanaman dengan polybag, berupa kemasan plastik yang berfungsi seperti pot yang berkomposisi tanah dan pupuk dengan perbandingan 1:1. Beruntung tak ada serangan hama sehingga upaya tersebut menuai hasil yang baik.
Bahkan, bila mulanya tiap warga hanya mengembangkan lima polybag, berangsur-angsur jumlah tersebut bertambah menjadi sepuluh bahkan lebih hingga memenuhi pekarangan rumah. Kini jerih payah sudah dapat dinikmati. Setidaknya ibu-ibu setempat mampu menghemat sekitar Rp15.000 tiap harinya.

Nominal tersebut akumulasi belanja sayuran dan transportasi. Tak hanya itu, kelebihan produksi pun biasanya ditukar ke pedagang sayur keliling dengan aneka lauk pauk lain seperti tahu, tempe, dan ikan. Kreativitas tak berhenti sampai di sana. Pengelolaan limbah kemasan pun turut dimanfaatkan. Karung goni, kaleng, sampah kemasan plastik, dan batok kelapa dimanfaatkan lagi menjadi wadah-wadah pengembangan tanaman sebagai alternatif selain polybag. Lalu, pupuknya menggunakan pupuk kandang yang berasal dari ternak mereka.




0 komentar:

Posting Komentar